KONSEP DASAR PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

Minggu, 10 Juni 20122komentar


A.     Pengertian Psikologi
Psikologi berasal dari bahsa Yunani kuno yaitu dari kata “psyche” yang berarti jiwa, roh atau nafas hidup dan “logos” yang berarti ilmu atau studi. Jadi secara harfiah atau etimologi psikologi berarti ilmu/studi tentang jiwa, roh, atma atau tentang nafas hidup. Dewasa ini, psikologi tidak lagi diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang jiwa atau roh, karena jiwa adalah sangat abstrak, tidak dapat dilihat dengan panca indra, sehingga tidak ada seorangpun yang tahu tentang jiwa.
Mussen dan Rosenzwieg (1975) dalam E. Usman Efendi dan Juhaya, S. Praja (1985) “the study of mind” atau ilmu yang mempelajari tentang pikiran. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kata mind berubah menjadi tingkah laku. Sehingga psikologi didefinisikan sebagai “Ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia”.
L.Crow, A.Crow (terjemahan Abd. Abror, 1989) mendefinisikan psikologi sebagai berikut :  “psychology is the study of human behaviour and human relationship”. Dari definisi tersebut, yang dipelajari psikologi adalah tingkah laku manusia yaitu interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik yang berupa manusia lain (human relationship) maupun yang bukan manusia; hewan, iklim, kebudayaan dan sebagainya.
Sertain (dalam M.Ngalim Purwanto, 1984) Psychology is the scientific study of behavior of living organism, with special attention given to human behavior. (secara bebas diterjemahkan, psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup, terutama tingkah laku manusia). Berdasarkan definisi psikologi tersebut, maka psikologi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengkaji tingkah laku manusia dalam hubungan dengan lingkungan.

Dalam pengertian tersebut diatas, terdapat beberapa unsur yaitu :
1.      Ilmu pengetahuan; yaitu suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan mempunyai metode tertentu yang bersifat ilmiah.
2.      Tingkah laku; yaitu segala manifestasi hayati yang meliputi tingkah laku kognitif, afektif, konatif dan motorik.
3.      Lingkungan; yaitu tempat dimana manusia hidup, berinteraksi, menyesuaikan dirinya dan mengembangkan dirinya. Secara garis besar lingkungan dibedakan atas lingkungan dalam (internal environment) dan lingkungan luar (external environment).

B.     Bidang / cabang kajian psikologi
1.      Psikologi teoritis; yaitu psikologi yang bertujuan untuk mengembangkan psikologi secara teori. Artinya untuk menemukan dan mengembangkan teori-teori tentang tingkah laku individu:
a.            Psikologi umum :  yaitu suatu cabang psikologi yang mempelajari tingkah laku individu secara umum yang meliputi semua usia jenis kelamin dan kelompok.
b.            Psikologi khusus :
1)      Psikologi perkembangan.
2)      Psikologi sosial
3)      Psikologi Abnormal
4)      Psikologi Eksperimen
5)      Psikologi Differensial
6)      Psikologi Kepribadian

2.      Psikologi praktis : yaitu psikologi yang mempelajari tingkah laku individu dalam bidang tertentu dan bertujuan menemukan prinsip-prinsip psikologi untuk keperluan pemecahan masalah-masalah praktis dalam kehidupan. Termasuk ke dalam psikologi praktis antara lain :
1)      Psikologi Pendidikan
2)      Psikologi Klinis
3)      Psikologi Kriminal
4)      Psikologi Industri

C.     Pengertian Psikologi Perkembangan
Psikologi perkembangan mempelajari dan mengkaji perubahan-perubahan intra individual dan perubahan-perubahan inter individual. Para ahli psikologi perkembangan mempelajari perubahan yang mencakup seluruh rentang kehidupan mulai dari pembuahan sampai akhir hayat.
Psikologi perkembangan diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tingkah laku individu dalam proses perkembangannya, yang dipelajari adalah proses perkembangan sebagai salah satu factor yang mempengaruhi tingkah laku individu. Sesuai dengan fase-fase dalam perkembangan individu, maka terdapat pengkhususan pengkajian dalam psikologi perkembangan yaitu psikologi perkembangan anak, psikologi perkembangan remaja, psikologi perkembangan orang dewasa dan psikologi perkembangan usia lanjut.

D.    Metode-metode dalam Psikologi Perkembangan
Psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri dalam mengumpulkan data dan  informasinya telah menggunakan metode-metode ilmiah.
Adapun metode-metode yang digunakan dalam psikologi perkembangan antara lain adalah :
1)      Metode eksperimen (experimen method); metode ini merupakan metode yang paling teliti dalam mengumpulkan data/informasi, karena eksperimen merupakan pengamatan yang terkontrol dan biasanya dilaksanakan dalam labolatorium.
2)      Metode perkembangan (developmental or genetic method); yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan dan pencatatan terhadap gejala-gejala yang dilakukan secara terus menerus sepanjang pertumbuhan dan perkembangan yang terbagi :
a.      The longitudinal approach
b.      The cross-sectional approach

3)      Metode Observasi ;
a.      Observasi sekilas (incidental observation) disebut juga introspeksi pengamatan diri atau pengamatan subjektif (instropection or self observation or subjective observation) yaitu pengamatan yang dilakukan seorang individu terhadap tingkah lakunya sendiri.
b.      Observasi yang dilakukan dengan sengaja dan sistematis.
4)      Metode riwayat hidup atau klinis (the case history or clinical); yaitu suatu studi melalui riwayat hidup yang penerapannya terbatas untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi individu. Tujuan metode ini adalah diagnosis dan treatment.
5)      Metode tes (test method); merupakan instrumen penelitian yan gpenting dlaamsikologi, tes digunakan untuk mengukur semua jenis kemampuan seperti minat, bakat, prestasi sikap dan ciri kepribadian.

E.     Pentingnya Psikologi Perkembangan dalam Pendidikan
Pentingnya psikologi perkembangan dalam pendidikan antara lain :
1)      Sebagai pendidik, guru perlu mengetahui perubahan-perubahan fisik, mental dan sosio emosional peserta didik.
2)      Pengetahuan psikologi perkembangan berguna bagi pendidik, guru untuk memperbaiki pribadi sendiri, yang harus menjadi teladan bagi para peserta didiknya.
3)      Dengan memahami psikologi perkembanganj, dapat memudahkan pendidik guru dalam memodifikasi perangsang-perangsang pendidikan dan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.


Artikel Terkait:

Share this article :

Facebook Comment

Thanks For Your Comments, Don't forget to follow me and I will follow you!

+ komentar + 2 komentar

5 Desember 2012 00.09

om, maksudnya longitudinal approach itu seperti apa ? thanks

5 Desember 2012 06.47

@perdiana
Metode longitudinal adalah jenis khusus pengamatan. Tugasnya adalah untuk menentukan penyebab dari individu ke dalam perubahan yang terjadi pada satu orang, atau individu yang berbeda atau untuk berbagai kelompok masyarakat.
Pendekatan ini dianggap sebagai satu ideal untuk pengembangan psikologi yang dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi dalam manusia 's perilaku tergantung pada usianya.
Penggunaan metode longitudinal berkaitan erat dengan pertumbuhan pembangunan psikologi. Memang, ada banyak biografi dan jurnal di mana perilaku anak-anak digambarkan dalam proses pembangunan mereka. Metode longitudinal secara luas digunakan dari 1916, ketika testology muncul.
Dalam rangka untuk menerima data dengan bantuan pendekatan longitudinal beberapa tes, kuesioner, metode observasi digunakan. Sisa jarak antara pengukuran longitudinal tergantung pada periode kehidupan yang diselidiki. Sebagai contoh, untuk orang dewasa seminggu yang sangat singkat waktu, sedangkan untuk seminggu bayi adalah periode yang sangat besar. Keuntungan dari pendekatan longitudinal:
1. Metode longitudinal menjelaskan perubahan yang terjadi menurut umur. Metode longitudinal terdiri dari pengamatan atau pengukuran ujian yang sama. Mereka dilakukan selama waktu tertentu. Itu sebabnya perhatian diberikan kepada perubahan-perubahan yang terjadi dalam individu, tetapi tidak perubahan-perubahan yang terjadi antara berbagai individu.
2. Pendekatan ini mengakui perbandingan dengan ujian lain.
3. Pendekatan longitudinal memungkinkan untuk membandingkan perubahan-perubahan yang terjadi dalam berbagai keadaan eksternal.
4. Akurasi yang lebih tinggi dalam prognosis perkembangan psikis orang tertentu dan masa depan psikis proses evolusi pada umumnya (dibandingkan dengan pendekatan cross-sectional).
5. Metode longitudinal memberikan kesempatan untuk mendefinisikan hubungan genetik antara fase perkembangan psikis. Hal ini juga memungkinkan untuk menetapkan fluktuasi diapason usia norma dan saat-saat transformasi satu fase ke lain.
6. Metode longitudinal individu memperhitungkan sosial, psikologis dan psychophysiological keanehan seseorang. Dengan menggunakan metode longitudinal memberikan kesempatan untuk menentukan kurva perkembangan anak dan untuk menentukan apakah pembangunan sesuai dengan norma usia. Metode ini memungkinkan untuk mengungkapkan titik balik kurva ini ketika terjadi perubahan kualitatif tajam.

Poskan Komentar

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Copyright © 2009-2013. AyoBukaSaja.com - Some Rights Reserved
Proudly powered by Blogger