Membuat Sperma Dan Sel Telur Dari Sel Punca


Sel Punca Embrio Tikus
Tim peneliti dari Universitas Stanford, Calivornia, Amerika Serikat, berupaya membuat sperma dan sel telur manusia dari sel punca. Keberhasilan penelitian ini akan melengkapi penelitian peneliti dari Universitas Kyoto, Jepang, yang berhasil membuat sel telur dari sel kulit dan bisa dibuhai hingga menghasilkan bayi tikus. Menurut salah seorang peneliti, Reene Pera, kepada BBC, Selasa (9/10), sperma manusia diharapkan dapat digunakan pada proses reproduksi dalam dua tahun dan sel telur dalam lima tahun. Hal ini diharapkan dapat membantu pasangan usia subur yang mengalami infertilitas. Diperkirakan ada 15 persen pesangam usia subur diseluruh dunia yang mengalami infertilitas. Namun, penggunaan sel punca embrionik dalam penelitian ini  menimbulkan kontroversi karena merusak embrio yang digunakan. Dilaboratoriumnya, Pera menggunakan embrio sisa proses bayi tabung. Di Amerika Serikat, setiap tahun ada 1,5 juta embrio dibuat dalam prose bayi tabung dan sekitar 500.000 embrio diantaranya dibuang. Hanya sekitar 500 embrio yang digunakan dalam penelitian tim itu. “Orang mengkhawatirkan 500 embrio dibandingkan 500.000 embrio yang dibuang,” kata Pera. Kaberhasilan pembuatan sel sperma dan sel telur dari sel punca akan memberikan harapan baru bagi pasangan infertile yang ingin memiliki anak biologis. Temuan ini akan memperpanjang umur biologis perempuan hingga berguna bagi mereka yang ingin menunda kahamilan demi mengejar karier ataupun perempuan yang tidak bisa hamil karena pengobatan kanker. Namun, hal ini juga menimbulkan perdebatan soal etika, yaitu sampai umur berapa perempuan boleh hamil. Ini terkait dengan batasan kesehatan perempuan saat hamil karena beresiko bagi kesehatan. (BBC/MZW)
Baca selengkapnya tetang SEL PUNCA. 
sumber: Harian Kompas, Kamis, 11 Oktober 2012